Bismillahi Nawaitu Lilahi Ta'ala
Tawaran memarifati-Mu secara instant tidaklah menarik hatiku
Karena buah masak di pohon dengan buah masak di-karbit tentulah berbeda kadar
Rumus yang diciptakan manusia selalu hancur oleh angan-angan kosong
Aku khawatir, di dalam diri-Mu aku tak lebur
Hanya sekedar meditasi tak membaur
Ah, rasanya....bukan begitu Engkau mendidik rasulmu Muhammad.
Apa yang tak dijual di sini
Mulai dari setitik debu
Sampai sukma dan nurani
Orang-orang menukarnya dengan merek-merek hampa
Dengan benda-benda mati tanpa warna
Pasar jagat ini telah menjauh dari teluk kelahirannya sendiri
Terkukung di gunduk nafsu
Yang tak menyempurnakan teriakannya.
Tawaran memarifati-Mu secara instant tidaklah menarik hatiku
Karena buah masak di pohon dengan buah masak di-karbit tentulah berbeda kadar
Rumus yang diciptakan manusia selalu hancur oleh angan-angan kosong
Aku khawatir, di dalam diri-Mu aku tak lebur
Hanya sekedar meditasi tak membaur
Ah, rasanya....bukan begitu Engkau mendidik rasulmu Muhammad.
Apa yang tak dijual di sini
Mulai dari setitik debu
Sampai sukma dan nurani
Orang-orang menukarnya dengan merek-merek hampa
Dengan benda-benda mati tanpa warna
Pasar jagat ini telah menjauh dari teluk kelahirannya sendiri
Terkukung di gunduk nafsu
Yang tak menyempurnakan teriakannya.


















